oleh

Tolak TKA, Komisi III DPRD Sultra Ikut Aksi Bersama Mahasiswa

Reporter: Muh. Ardiansyah R

KENDARI – Massa aksi demonstrasi yang menolak kedatangan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menutup akses masuk dalam Kota Kendari, dari arah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Koordinator Lapangan, Beni Putra Lamangga mengatakan Pemerintah Provinsi selalu beralibi bahwa perlu adanya investasi tapi tidak pernah memikirkan masyarakat.

“Masyarakat hanya disuruh diam dirumah, banyak karyawan di PHK, tapi pemprov memasukan 500 TKA untuk bekerja di dua perusahaan tersebut,” ungkap Beni, Selasa 23 Juni 2020.

Beni juga mengatakan, hari ini para TKA akan datang, masyarakat lokal disuruh berdiam hingga masa pandemi selesai. Apa yang difikirkan pemerintah tidak pernah melihat masyarakat.

“Beralasankan pandemi Covid, pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tetap diam, sementara dibelakang mengijinkan TKA untuk masuk, kasihan masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, dalam aksi itu, nampak anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman yang juga ikut memimpin aksi penolakan terhadap 500 pekerja asal Cina.

Diketahui, sebanyak 156 TKA asal China dijadwalkan akan tiba di Bandara Haluoleo Kendari. 156 TKA itu adalah gelombang pertama dari 500 TKA yang akan datang di Sultra.

Dikonfirmasi terpisah, Penanggung Jawab Teknik dan Lapangan, Sukal Septi Sari mengatakan, adanya TKA yang memang ahli dalam memasang infrastruktur pembuatan smelter dan peralatan pendukung teknis lainnya.

“TKA China ini hanya akan digunakan saat membangun smelter saja, jumlahnya hanya sebagian kecil dari keseluruhan pekerja yang ada. Pastinya, pembangunan smelter ini akan dilibatkan pekerja lokal, karena satu karyawan china dapat dibantu oleh tujuh karyawan lokal,” tutupnya. (B)

Terkini