oleh

Tim ARF For AMAN: Kita Sudahi Bicarakan Asrun dan ADP

KENDARI – Penetapan tersangka salah satu Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun dan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi pukulan telak bagi masyarakat Sultra khususnya.

Sebagai masyarakat Sultra yang tergabung dalam tim sahabat ARF for AMAN, Sahrul merasa turut prihatin atas cobaan yang menimpa ayah dan anak itu.

“Ini cobaan dari Yang Maha Kuasa yang sebenarnya kita tidak harapkan,” kata Sahrul dalam rilisnya, pada Jumat (02/3/2018).

Meski Asrun tercatat sebagai rival dalam perhelatan Pilgub, namun Sahrul memohon kepada semua pihak untuk tidak menghakimi Asrun dan ADP atas kasus yang membelitnya. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh rekan timnya mendoakan mantan Wali Kota dan Wali Kota Kendari aktif itu agar selalu diberikan kesehatan dan ketabahan dalam menjalani cobaan.

“Persoalan ini merupakan perkara hukum yang harus disikapi dengan bijak. Mari kita beri dukungan moral kepada mereka untuk menjalani proses hukum yang membelitnya,” tutur mantan aktivis Makassar ini.

BACA JUGA: Bupati Lira Konawe Kecam Atraksi KPK Soal Penangkapan ADP dan Asrun

Ia juga berharap kepada semua pihak agar lebih proporsional dalam melihat masalah yang dialami mantan Wali Kota dua periode tersebut. Kata dia, hal itu menjadi penting dengan pertimbangan menjaga kondusifitas daerah, terlebih lagi momentum yang bersamaan dengan tahun politik.

Mantan jurnalis ini menegaskan, pasca penetapan sebagai tersangka dan penahanan Asrun bersama ADP telah menjadi ranah lembaga penegak hukum dan bukan lagi politik yang kerap dijadikan bahan bullyan.

“Bagaimanapun juga Asrun dan anaknya merupakan tokoh dan pejabat publik yang pernah berkontribusi di daerah ini,” tukas mantan jurnalis tempo ini.

“Kita sudahi membicarakan Asrun dan ADP, biarkan proses hukum berjalan dengan baik dan adil. Tugas kita hari ini adalah fokus dan bekerja untuk memenangkan Pasangan Calon Gubernur yang kita dukung,” tutupnya.

Reporter: Erwinsyah SJ
Editor: Kardin

Terkini