oleh

Pemkot Kendari Komitmen Pilkada Serentak Berlangsung Kondusif

KENDARI – Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) berkomitmen menjaga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar 27 Juni 2018 mendatang agar berlangsung kondusif.

Menurut ADP, pada tahun 2017 yang lalu Presiden Republik Indonesia memanggil sejumlah kepala daerah baik bupati maupun wali kota termasuk juga gubernur di istana negara.

“Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah Pilkada serentak yang sebentar lagi kita laksanakan agar kita semua bisa menjaga situasi dan suasana yang kondusif,” ungkap ADP saat memberikan sambutan di ruang rapat Pemkot Kendari, Senin (26/02/2018).

Dia berharap kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kendari agar menghindari Pungutan Liar (Pungli) sehingga tidak terjadi konflik di masyarakat.

“Jangan melakukan Pungli, apalagi melibatkan orang banyak dan itu sangat rawan sekali,” ucapnya.

BACA JUGA: Bertemu Tokoh di Baubau, Hado Hasina Wacanakan Pelaksanaan Pilkada yang Kondusif

ADP menuturkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sudah membentuk yang namanya jaringan di daerah salah satunya masuk di Sultra. Artinya, harus hindari perihal banyak fenomena yang terjadi belakangan ini, yakni ada kepala daerah yang terkena musibah Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.

“Saya harapkan kepada seluruh jajaran pemerintah kota, khususnya teman-teman OPD agar menghindari hal itu, dan ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” paparnya.

Lanjut ADP, pihaknya bersama kepala Kejari dan Kapolres sepakat membuat sebuah perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Kendari, pihak Kejaksaan Negri, dan pihak Polresta Kota Kendari, semuanya semata-mata langkah pencegahan yang ada dalam Pemerintah Kota Kendari.

“Hal ini merupakan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.

ADP berharap, semua masyarakat menjamin agar semua ini sesuai dengan tujuan sasaran yang diharapkan. Karena memang sangat diperlukan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang termasuk pengawas internal sesuai dengan mekanisme dan peraturan pemerintah yang berlaku.

“Ini semua agar terwujud Pilkada serentak yang kondusif,” tutupnya.

Reporter: Waty
Editor: Jubirman

BERITA TERKAIT :

Terkini