oleh

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Sultra Resmi Terbentuk

-Kendari, METRO KOTA-36 dibaca

Reporter : Ruslan

Editor : Taya

KENDARI – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi terbentuk dan dikukuhkan Ketua PSMTI Pusat, David Herman Jaya yang dihadiri Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas di salah satu hotel di Kendari, Sabtu (6/4/2019).

Lukman Abunawas dalam sambutannya berharap dengan terbentuknya paguyuban ini dapat menyebarkan semangat persatuan dan kesatuan untuk membangun daerah dengan kreativitas, kepercayaan dan harga diri yang harus dijunjung tinggi sebagaimana semboyan orang tua terdahulu.

Menurutnya, peradaban China atau Tionghoa sangat maju dan berkembang.

“Jadi dengan potensi yang dimiliki harus dimanfaatkan dengan baik sumber daya manusianya dan budaya,” ungkapnya.

Ketua PSMTI Sultra, Revan Yolwans mengatakan, pada prinsipnya kehadiran organisasi PSMTI di Sultra akan memberi satu warna di seluruh lapisan masyarakat dan memberikan sumbangsih tanpa mengenal ras, suku dan agama.

“Jadi dengan kehadiran PSMTI di Sultra kita mampu memberikan nilai tambah yang lebih untuk masyarakat Sultra,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan.

Kata Revan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat koordinasi untuk program setahun mendatang dan paling tidak pada 2019 ini akan dilakukan kegiatan sosial.

“Oleh itu kita akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah provinsi maupun di daerah karena samakin banyak kerjasama itu semakin bagus,” ucapnya.

Untuk pembentukan ketua-ketua di kabupaten/kota masih melihat berkembang dalam satu tahun kedepan karena sampai saat ini masih berusaha untuk menyusun formasi yang terbaik.

“Jadi kalau formasi di provinsi sudah lengkap baru kita akan bergerak ke daerah-daerah. Mungkin di daerah kami akan koordinasi dengan teman-teman kabupaten/kota,” katanya.

Baca Juga :

Ia menambahkan, untuk anggota PSMTI tidak ada batasan karena tujuan utama terbentuknya organisasi ini paguyuban sosial. Adapun tulisan marga Tionghoa bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakkan diri tetapi justru memperlihatkan dengan adanya organisasi ini eksistensi marga Tionghoa mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya baik di kota maupun di daerah.

“Kita harapkan dengan hadirnya organisasi ini mungkin lebih termotivasi ayo apa yang kami bisa bantu untuk sodara-sodara kita yang membutuhkan itu tujuan utamanya” tutupnya. (b)


Terkini