oleh

Dishub Kota Kendari Bakal Komersilkan Bus Trans Lulo, Ini Rutenya

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mencanangkan Bus Trans Lulo untuk dikomersilkan menjadi angkutan masal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari, Ali Aksa mengatakan, pihaknya membutuhkan sebanyak 50 unit Bus untuk melayani trans Kota Kendari.

“Adanya fasilitas transportasi yang akan menunjang transportasi di kota Kendari. Setelah di resmikan, hingga kini ternyata minat masyarakat cukup besar sekali utamanya para siswa, guru-guru dan kepala sekolah,” ungkap Ali saat ditemui di sebuah acara hajatan, Selasa (27/02/2018).

Ali menuturkan, jika ingin diarahkan menjadi komersil, harus memiliki wadah koperasi atau BLUD dan BLUD sudah tertanda tangani oleh Wali Kota.

“Tinggal pengalihan angkutannya dari plat merah ke plat kuning,” terangnya.

“Pengalihan plat merah menjadi plat kuning sudah proses, tinggal menunggu struktural organisasi yang ditandatangani oleh Wali Kota,” tambahnya.

Katanya, jika Wali Kota Kendari telah melakukan tandatangan langsung diproses menjadi plat kuning.

“Setelah plat kuning kami melakukan konsilidasi di tingkat bawah yang sudah menjadi komersil. Biaya transport kami berpacu pada Perda yang ada dan kami melewati jalur By Pass yang tidak dilalui angkutan kota,” cetusnya.

Lanjutnya, untuk tarif yang akan dikenakan yakni sama dengan angkutan umum, namun dengan jarak trans lulo lebih panjang.

“Misalnya dari pasar sentral kota sampai di terminal Baruga,” ungkapnya.

“Kami melewati jalur dari pasar sentral, rumah sakit kota, kantor gubernur, polda, rumah sakit Bahteramas, sampai ke Terminal Baruga. Kami membutuhkan kurang lebih 50 unit untuk melayani di 17 trael di kota Kendari,” tambahnya.

Ali juga menambahkan, saat ini Trans Lulo yang ada, baru mencapai tujuh trael untuk melayani dan membutuhkan bus 20 unit, tetapi yang ada baru 13 unit Bus dan pihaknya akan mengoptimalkan untuk melihat animo masyarakat.

“Kami akan mengusulkan ke Pemda Sultra, dan Kota Kendari sebagai angkutan transaksi masal dioperasikan di ibu kota provinsi,” pungkasnya.[sg_popup id=”20″ event=”onload”][/sg_popup]

Reporter: Waty
Editor: Kardin

BERITA TERKAIT :

Terkini